Jumat, 22 Februari 2019

"TEMAN" MASA KECIL


Create By : Amanat Dirgantara

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

Definisi teman dalam kamus besar bahasa indonesia adalah "Orang yang bersama-sama berkerja (Berbuat,berjalan); lawan (bercakap-cakap) . Jika memakai definisi tersebut, jelas saya memiliki banyak sekali teman, mungkin ada ratusan bahkan ribuan teman saya. Namun teman disini saya definisikan berbeda, Teman menurut saya adalah dia yang benar-benar menggoreskan kenangan baik maupun buruk dalam hidup.

Saya pernah tinggal selama kurang-lebih 4.5 tahun di kota padang,sumatera barat. Saya memiliki seorang teman yang sangat dekat dengan saya pada saat masih bersekolah di SDIT Bai'athurridwan kota padang, kami sering belajar bersama dan bermain bersama. tak ada batasan antara kami berdua, dia juga menjadi kompetitor saya dalam meraih gelar "Juara kelas". setiap semester gelar juara kelas terus bergantian antara saya dan dia.

Hingga suatu saat, ketika ayah saya datang untuk menjemput saya. Saya diajak kembali pulang ke tanah kelahiran saya KUALA KAPUAS. dan sahabat saya itu mengetahui kabar tersebut, dia mulai berubah dan menjauh dariku. dia memusuhiku dan mulai membully diriku, bahkan disetiap ulangan saya selalu diejeknya karena nilai saya selalu dibawah dia.

"Kamu gak akan bisa mengalahkanku" ucapnya

Dan memang setelah dia mengatakan itu, rasanya sangat sulit untuk saya mengimbangi dia. begitu juga dengan teman-teman yang lainnya. dia menjadi sombong dan angkuh di semester akhir saya bersekolah disana. dan akhirnya sayapun meninggalkan kota padang dengan perasaan kalah yang sangat menyakitkan.

Kehidupanpun terus berlanjut bukan? saya tetap meneruskan pendidikan saya di tanah borneo yang saya cintai. hingga pada suatu ketika Pada April 2016, takdir Allah mempertemukan kami kembali di Surabaya dalam Olimpiade matematika Nasional. Saya rasa dia semakin sombong pada saat itu, entah kenapa rasa sakit kekalahan yang dulu hilang kini kembali lagi. Darah saya mendidih karena emosi yang sudah tidak bisa terbendung lagi.

"Jauh-jauh dari kalimantan hanya untuk melihatku dari bawah?" tanya nya.

Tak ada sedikitpun kata yang keluar dari mulutku, aku mengabaikannya. Namun hati kecilku berkata "Aku ingin menang".

Namun memang takdir Allah berkata lain, saya benar-benar melihat dia diatas podium dari bawah. Sahabatku, mengapa engkau begitu membenciku? sudah hilangkah aku didalam dirimu?

Kini aku telah membuang kebencian itu kawan, kembalilah menjadi dirimu yang dulu. dan jika perpisahan waktu itu yang membuatmu terluka, aku sungguh sungguh meminta maaf. aku tak ingin ada kebencian yang ditinggalkan olehku. kawan, jika kau membawa post ku ini. ketahuilah bahwa aku sering lewat depan rumahmu saat aku kembali ke padang.

Selasa, 19 Februari 2019

MASA SMK? ITU PERJUANGANKU !



created by : Amanat Dirgantara

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH.


Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan untuk menulis lagi di Blog ini. hehehe

Kali ini saya akan menceritakan sedikit perjalanan hidup saya, saya lahir dari keluarga yang terpandang dikampung saya. ayah adalah seorang Aparatur sipil negara (ASN), yang kehidupannya memang terjamin dan terpandang di Masyarakat. saya berasal dari sebuah kota kecil bernama KUALA KAPUAS, yang terletak di bagian selatan Kalimantan tengah.



Kisah ini terjadi ketika saya merantau ke sekolah yang termasuk sekolah teknologi modern yang berbasis IT di Kota banjarbaru. iya benar sekali, SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru. dimana orang-orang yang bersekolah disana adalah manusia manusia yang mengikuti pergulatan teknologi masa kini.

Saya yang bisa dikatakan berasal dari kampung yang belum terjamah teknologi modern pun harus berusaha mengimbangi itu semua dengan batas kemampuan saya. contoh kecilnya adalah teman-temanku disana mampu mengaplikasikan ponsel pintar mereka dengan Asyiknya. sedangkan saya, memiliki ponsel pintar saja tidak apalagi harus mengaplikasikannya.

Itu menjadi suatu halangan bagi saya, karena komunikasi mereka menggunakan media sosial yang tidak dimiliki oleh handphone saya (Nokia X2-01). sehingga saya sering tidak mengetahui informasi mengenai tugas dadakan, disaat pelajaran yang memerlukan laptop pun saya harus meminjam ke teman kelas sebelah. saya sering mengerjakan tugas dirumah/kost teman yang memiliki laptop untuk mendapatkan nilai.

Namun itu semua tidak menyurutkan semangat sekolah saya. karena saya tau pengorbanan yang saya lakukan, meninggalkan kampung halaman tercinta untuk mengenyam pendidikan ini pasti akan membuahkan hasil yang sangat manis. pada awal kehidupan di perantauan pun saya kesulitan dalam masalah finansial, saya hanya diberi uang sangu 500 ribu/bulan, itupun dari 4 saudara yang masih menjadi tanggungan orang tua saya saya, uang sangu saya yang paling besar. Namun hanya cukup untuk biaya makan dan transportasi, karena saat awal perantauan saya selalu menggunakan angkot untuk ke sekolah.

Apakah sampai disitu penderitaan saya? jelas tidak. karena gaya hidup teman-teman kota saya yang begitu mudahnya menghamburkan uang. membuat saya yang harus berhemat ini menjauhi mereka dan begitu pula mereka, menganggap saya anti sosial. itulah yang menyebabkan saya hanya memiliki segelintir teman.

Dari situ saya bangkit, saya berusaha dari titik paling rendah dalam hidup saya. Apa yang saya lakukan? Saya memulai semua dari membersihkan Musholla didepan rumah saya, dari hasil menyapu mengepel dan menyikat toilet musholla tersebut saya di upah 100 Ribu/Minggu nya. itu sangat saya syukuri, karena uang itu adalah uang halal pertama yang saya hasilkan dari hasil jerih payah ini. dan pekerjaan ini menjadi solusi dari permasalahan finansial saya. Malu kah saya? jelas tidak. karena hanya segelintir orang yang mendapatkan izin dari Allah.swt untuk membersihkan rumahnya yang suci ini.

Setelah beberapa bulan dan uang hasil mengepel dan menyapu musholla sudah terkumpul, saya ke warnet untuk mencari laptop bekas di situs online agar saya dapat mengerjakan tugas sekolah tanpa harus menumpang lagi. saya menemukan laptop pertama saya yaitu AXIOO mnw c4800 + Modem Axis , dengan harga 650 ribu tanpa harddisk. itu pun saya syukuri karena ini adalah laptop hasil dari keringat saya sendiri.

Terakhir, untuk masalah komunikasi. Alhamdulillah untuk media sosial LINE ternyata dapat diakses melalui PC atau laptop, sehingga dengan ada laptop ini pun benar-benar membantu saya untuk berkomunikasi dan mendapat informasi akan tugas-tugas. bahkan saya menemukan cinta pertama saya dengan menggunakan laptop ini (Sejarah yang harus dicatat). Hehehe :D

Waktu silih berganti, di kelas 11 saya mendapat musibah yang tidak dapat saya ceritakan. dan itu membuat perekonomian keluarga semakin krisis, saya berniat untuk pulang dan sekolah dikampung saya saja karena saya tau biaya sekolah saya ini tidak murah. namun ibu saya menolak dan mengatakan bahwa saya adalah harapan keluarga, ibu saya berkata dia akan melakukan apa saja untuk saya agar tetap bersekolah disini.

Dari kejadian itu pun saya akhirnya memutuskan untuk memulai usaha sambil sekolah, usaha pertama saya adalah Penyewaan Peralatan Outdoor. bermodalkan hasil upah dari magang saya di Jogjakarta, saya membeli beberapa tenda dan perlengkapan outdoor untuk disewakan. Semua pengiklanan dan promosi dilakukan melalui laptop legend pertama saya itu. dan Alhamdulillah di awal-awal saya bisa meraup hingga ratusan ribu rupiah setiap bulannya. dan uang tersebut selain untuk kebutuhan hidup saya, sebagian lagi saya kirimkan kepada ibu saya dikampung.

Menginjak kelas 12 atau kelas 3 SMK, saya berfikir kenapa saya tidak melebarkan sayap saya? pemikiran itupun membuat saya memulai usaha baru. saya menyadari bahwa dikampung saya sulit sekali untuk mencari sepatu. dan kalaupun ada, jaraknya kurang lebih 23 KM dari kampung saya. dan dari situ saya memutuskan untuk membuka bisnis jualan sepatu. lagi, laptop legend satu ini membantu mempromosikannya. dan kau tau kawan? sepatu slop yang saya desain dan saya pasarkan dibeli oleh salah satu ambasaddor ternama, dengan royalti 2,5% dari keuntungan perusahaan tersebut. 

Sehingga di penghujung sekolah saya, saya sudah mengantongi banyak uang untuk meneruskan kuliah dengan biaya saya sendiri. dan hingga saat ini, saya masih mampu kuliah di salah satu perguruan tinggi berbasis IT di pulau jawa. merantau lebih jauh lagi, ke tanah purwokerto yang modern bagaikan surga bagi kami yang tinggal di kampung yang kumuh ini.

Demikian sedikit kisah dari saya, kisah ini saya sampaikan karena banyak teman yang menganggap bahwa orang kalimantan itu identik denga kekayaan dan glamoor.... kalian salah kawan, yang kaya itu hanya sepersekian persen dari jumlah penduduk kalimantan tersebut. sisanya adalah masyarakat kasta mengengah kebawah.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.