Jumat, 03 Agustus 2018

NILAI KEHIDUPAN

Posted by : Amanat Dirgantara


Ketika keputus asaan itu terpampang nyata. yang ada dibenak hanyak ketidak pastian. yang ada dihadapan hanya masa yang buram. semua menjadi kacau, harapan yang dulu sangat kuat kini harapan itu seakan melayang perlahan turun. yang pada akhirnya akan berada dibawah serta terinjak dan terkubur sedalam lapisan tanah yang melapisi kulit bumi. (Mila Aftah)


Pernah pada suatu ketika, disaat aku masih duduk dibangku kelas 2 smk.
Disaat ulangan semester 1 mata pelajaran matematika. aku hanya menjawab
20 dari 40 soal yang diberikan. karena aku sangat tidak tertarik dengan
mata pelajaran tersebut.

jika dalam hitungan matematis, andaikan jawabanku benar semua maka nilaiku adalah 50
itu jika benar semua, jika ada yang salah? mungkin kurang dari itu kawan.
aku tidak terlalu memikirkan mata pelajaran itu, karena hanya keajaiban saja jika ada
orang yang bisa mendapatkan nilai sempurna di pelajaran itu.
Disaat pengumuman nilai, betapa terkejutnya aku melihat nilaiku
aku mendapatkan nilai sempurna di mata pelajaran itu. bagaimana bisa?
aku bertanya-tanya dalam hati.
agar tidak menjadi penasaran, aku datang menemui guru mata pelajaran tersebut. Sebut saja beliau Mr.H

Dirga : Pak, kok ini nilai saya? bagaimana bisa?
Mr. H : Itulah nilaimu, jangan panik. itu nilaimu.
Dirga : Tapi saya hanya mengerjakan setengahnya, mana bisa dapat 100?
Mr. H : Diatas kertas nilaimu memang dibawah standart. tapi dilain kasus, kamu selalu memperhatikan setiap kata yang saya sampaikan. kemudian kamu mengerjakan tugas yang saya perintahkan, dan kamu mengajarkan apa yang saya ajarkan kepada teman-temanmu. diatas kertas nilaimu memang sangat menyedihkan, tapi saya memberimu nilai penuh karena saya tau soal-soal yang saya berikan hanya berdampak sangat kecil dikehidupanmu yang akan datang. percyalah bahwa nilai yang kau dapat itu adalah tanda saya peduli dengan masa depanmu.

Setelah penjelasan panjang tersebut, aku langsung terdiam dan berfikir bahwa nilai tak semata-mata dari materi namun juga dari usaha kita... dari tingkah laku kita dan dari pengendalian diri kita... kau tau kawan? sejak saat itu aku menyukai pelajaran yang aku benci itu... hingga sekarang aku benar-benar merasakan dampak besar dari matematika tersebut.... yaitu KANADA   :)

0 komentar:

Posting Komentar